Make your own free website on Tripod.com

“KETUHANAN YESUS”

 

Pada dasarnya, Yesus itu bukanlah sesuatu yang sangat misteri atau unik, sehingga tidak dapat dianalisa atau dilogikakan keberadaannya, mereka (orang-orang kristen) ingin melepaskan diri dari petunjuk Bibel yang mereka anggap wahyu (firman) Tuhan, sehingga mereka berani menempuh jalan pintas tanpa menggunakan akal sehatnya. Itu adalah merupakan keputusan terakhir dari orang-orang yang kebingungan dan putus asa. Yesus dengan manusia-manusia pada umumnya tidaklah jauh berbeda, yang sama-sama memiliki bagian-bagian penting, seperti jasmaniyah dan rohaniyah (fisik dan phsikis), yang apabila lapar sama-sama membutuhkan makan dan apabila capek sama-sama membutuhkan istirahat dan lain sebagainya. Sekarang yang menjadi pokok permasalahan : Yesus dianggap Tuhan itu dipandang dari sisi yang mana?

 

I. YESUS DIANGGAP TUHAN KARENA :

1.   Rohnya?

Roh adalah sesuatu yang abstrak non materi keberadaannya dan tidak dapat diketahui substansinya, ternyata Yesus berwujud manusia dan berkelamin jenis kelamin umumnya orang lelaki. Terbukti ia disunat pada hari kedelapan dari hari kelahirannya (Luk. 2:21). Kemudian dapat dilihat oleh mata kepala, dapat ditampar  wajahnya, dapat diludahi mukanya dan dapat ditinju kepalanya (Mat. 27:30 / Mar. 14:65 / Yoh. 18:22).

 

Sedangkan Allah, Tuhan alam semesta :

1). Tidak seperti manusia, baik jasmani ataupun rohaninya.

Firman Tuhan, Allah : Sebab aku ini Allah dan bukan manusia”. (Hos. 11:9), Ayub berkata : Karena dia (Allah) bukan manusia seperti aku”. Ayub (9:32).

Maksudnya : Allah itu tidak mempunyai sifat yang dimiliki oleh manusia pada umumnya, seperti :

(1). Lapar. (Mat. 21:18). Sedangkan Allah, tidak. (Maz. 50:12-13).

(2). Letih. (Yoh. 4:6). Sedangkan Allah, tidak. (Yes. 40:28).

(3). Tidak berdaya, terbukti disalib. (Mat. 27:32-34 / Mrk. 15:21-32 / Luk. 23:26, 33-43 / Yoh. 19:17-24). Sedangkan Allah Maha Kuat. (Ayb. 9:4-5, 36:5 / Yes. 1:24, 40:28 / Nah. 1:5-6).

 

Oleh karena rohani Yesus tidak sehebat rohani Allah, maka Yesus tidaklan berhak dianggap Tuhan.

 

2.   Jasmaninya (fisiknya) ?

Ternyata Tuhan itu (versi Bibel) adalah Roh (tidak bertulang dan  tidak berdaging). Sebagaimana ucapan Yesus : Tuhan itu roh, dan barang siapa menyembah dia, harus menyembah dalam roh dan kebenaran”. (Yoh. 4:24).

 

Oleh karena Allah itu roh, sedangkan Yesus bertubuh, maka Yesus tidak berhak dianggap Tuhan.

 

3. Jasmani dan rohaninya.

Sebagaimana ucapan Yesus : Aku didalam Bapa dan Bapa didalam aku”. (Yoh. 14:10-11). Kalau memang demikian, mengapa ketika disalib kok memanggil-manggil Tuhannya?. (Mat. 27:46 / Mar.15:34).

 

Bukankah ayat ini menunjukkan bahwa bahwa Yesus masih bertuhan kepada Tuhan selain dirinya?. Baca! (Yoh. 20:17).

 

4. Kelahirannya yang ajaib (lahir tanpa bapak) ?

  Mana ajaib dengan kelahiran Adam yang tercipta dari tanah?. (Kej. 2:7).

  Mana ajaib dengan kelahiran Hawa/Eva yang tanpa seorang ibu?. (Kej. 2:21-22).

 

  Oleh karena itu, Yesus tidak berhak dianggap Tuhan karena kelahirannya.

 

5. Berasal dari firman / kalam / sabda?

Ingat! Di Yohanes fasal 1 ayat 1, itu bukan firman Allah dan bukan ucapan Yesus, pun pula Allah belum pernah bernubuat yang semacam itu. Kalau bukan firman Allah dan bukan ucapan Yesus, lalu omongannya siapa? Justru Yesus mengaskan bahwa : firman itu ucapan Allah yang keluar dari mulutnya. (Mat. 4:4). Maksudnya firman itu bukan pribadi Allah, tetapi ucapannya. Sekarang percaya kepada ucapan Yesus yang mengatakan bahwa : Firman itu ucapan Allah (bukan pribadi Allah”) atau hendak percaya kepada asumsi Yohanes yang mengatakan : Firman itu adalah Allah”. (Yoh. 1:1).

 

6. Dapat menghidupkan orang mati?

Itupun hanya terjadi dua kali. Pertama, Lazarus orang Betania. (Yoh. 11:1-44)., serta seorang wanita, putri kepala rumah ibadat. (Mat. 9:18-26 / Mar. 5:21-43 / Luk. 8:40-56).

 

Sekarang mana hebat didalam menghidupkan orang mati, antara Yesus dengan :

1.  Elisa, yang dengan tulang belulangnya dapat menghidupkan orang mati. (II-Raj. 13:21).

2.  Yehezkiel, yang dapat menghidupkan ribuan tentara Israel disuatu lembah yang tulang-tulangnya telah berserakan?. (Yeh. 37:1-14).

3.  Elia-pun dapat menghidupkan orang mati, anak perempuan seorang janda di Safrat, Sidon. (I-Raj. 17:7-24).

 

Oleh karena didalam menghidupkan orang mati masih lebih hebat Eliza dan Yehezkiel, maka Yesus tidak berhak dianggap Tuhan.

 

7. Dipanggil Tuhan?

MemanggilTuhankepada Yesus, bukanlah kesepakatan hakiki dari para pengikutnya. Ada yang memanggil :

1). Yesus anak Daud.

2). Nabi Yesus.

3). Robbuni/Guru.

 

Sedangkan kepercayaan mereka beragam juga. Ada yang menganggapnya :

1). Yohanes Pembabtis.

2). Elia.

3). Yeremia.

4). Salah satu Nabi terdahulu yang bangkit.

5). Mesias dari Allah.

6). Anak Allah.

7). Anak domba Allah. (Mat. 16:13-16 / Mar. 8:27-30 / Luk. 9:18-21 / Yoh. 1:29,36).

 

Dan apakah yang setiap yang dipanggilTuhanpasti Tuhan?. Belum tentu!. Terbukti :

1). Abraham memanggil Tuhan kepada Malaikat. (Kej. 22:11).

2). Yakub memanggil Tuhan kepada Malaikat. (Kej. 31:11).

3). Gideon memanggil Tuhan kepada Malaikat. (Hak. 6:15).

4). Gembala memanggil Tuhan kepada Malaikat. (Luk. 2:15).

5). Kornelius memanggil Tuhan kepada Malaikat. (Kis. 10:4).

6). Petrus memanggil Tuhan kepada Malaikat. (Kis. 10:14).

Sedangkan Malaikat bukanlah pribadi Allah, tapi utusannya. (Kej. 19:1-2, 13.  24:7, 40 / Hak. 6:12-13 / Mat. 24:31, 36. 25:41. 26:53 / Mar. 13:22 / Luk. 1:19, 26. / Ibr. 2:2. dls ).

 

Karena malaikat-malaikat dipanggil Tuhan maka Yesuspun tidak berhak dianggap Tuhan.

 

8. Dipanggil  Anak Allah” ?

  Apakah setiap yang dipanggilAnak Allah” pasti pribadi Allah? Yah, tidak juga!!!. Terbukti :

  1). Adam anak Allah. (Luk. 3:38).

  2). Israel anak Allah yang sulung. (Kel. 4:22).

  3). Ifraem anak Allah yang sulung. (Yer. 31:9).

  4). Yesus anak Allah yang sulung. (Kol. 1:15 / Rom. 8:29 / Ibr. 1:6).

  5). Salomo anak Allah. (II-Sam. 7:14 / I-Taw. 27:6).

  6). Melkisidek anak Allah. (Ibr. 7:3).

  7). Dan masih banyak lagi. (Mat. 5:9, 45 / Luk. 6:35. 20:36 / Yoh. 1:12 / rom. 8:14-16. dls ).

 

Oleh karena Yesus tidak dapat memenuhi sifat-sifat ketuhanan, maka Yesus tidak berhak dianggap Tuhan.